Pakar Bedah Saraf Belanda Ungkap Bahaya Aneurisma Otak, Disebut seperti Bom Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prof Rob JM Groen, pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda, menjadi narasumber dalam kuliah tamu di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa aneurisma intrakranial merupakan kondisi serius yang berisiko tinggi karena dapat menyebabkan perdarahan otak yang fatal. Aneurisma ini sering digambarkan sebagai 'bom waktu' karena kemungkinan pecahnya yang tidak dapat diprediksi. Menurut Prof Groen, sekitar satu dari 50 orang diperkirakan memiliki aneurisma yang belum pecah. Di sisi lain, kasus aneurisma yang pecah diperkirakan terjadi pada 8 hingga 10 kasus per 100.000 orang setiap tahun. Akibat perdarahan subarachnoid yang ditimbulkan oleh aneurisma pecah, tingkat kematian dapat mencapai 50 persen. Penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas yang tinggi dari kondisi ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 21 September 2026 pukul 20.45
30 Tahun Kembangkan Layanan Neurologi, Siloam Tangani 20 Ribu Kasus Kompleks
Berita terkait
The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 Soroti Era Baru Bedah Saraf
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 12.06
Kasus Influenza A dan ISPA Jatim Naik, Wagub Minta RS Siaga
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 03.15
Kasus Keracunan Terus Berulang, Desakan untuk Menghentikan MBG Menguat
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 01.08
Polusi Udara Makin Tak Terhindari, Ini Langkah Lindungi Diri!
Detik.com · 23 September 2026 pukul 00.00