Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Dorong Pengelola Gunung Bromo Perkuat Mitigasi Kebakaran

Seorang pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mendorong pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk memperkuat mitigasi kebakaran berbasis risiko. Menurutnya, pada musim dengan risiko tinggi, kapasitas kunjungan, aktivitas komersial, penggunaan api, dan event perlu dibatasi sesuai tingkat risiko harian. Penanganan Bromo tidak boleh hanya fokus pada pemadaman, tetapi harus mencakup manajemen bencana dan krisis pariwisata secara menyeluruh, termasuk pemulihan ekonomi masyarakat dan perlindungan ekosistem.

Kebakaran kembali melanda TNBTS pada Kamis, 10 September 2026, dengan titik api pertama terdeteksi pukul 16.30 WIB di area Savana Pengol, kemudian menyebar ke Gunung Kursi akibat angin kencang. Tim ahli Kementerian Kehutanan dan petugas gabungan masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut. Sementara itu, proses pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar dilakukan oleh BBTNBTS bersama Satgas Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur.

Sari menekankan bahwa insiden berulang ini harus mendorong pengelola beralih dari pendekatan reaktif ke manajemen risiko prediktif. Fase pemulihan pascakebakaran harus mencakup keamanan jalur alternatif, pemulihan ekonomi lokal, dan peningkatan ketahanan kawasan. Ukuran keberhasilan tidak ditentukan oleh kecepatan kembalinya wisatawan, tetapi oleh tingkat keamanan kawasan, pemulihan masyarakat, dan penurunan risiko kebakaran mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait