Pakar Dorong Pengelola Gunung Bromo Perkuat Mitigasi Kebakaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mendorong pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk memperkuat mitigasi kebakaran berbasis risiko. Menurutnya, pada musim dengan risiko tinggi, kapasitas kunjungan, aktivitas komersial, penggunaan api, dan event perlu dibatasi sesuai tingkat risiko harian. Penanganan Bromo tidak boleh hanya fokus pada pemadaman, tetapi harus mencakup manajemen bencana dan krisis pariwisata secara menyeluruh, termasuk pemulihan ekonomi masyarakat dan perlindungan ekosistem.
Kebakaran kembali melanda TNBTS pada Kamis, 10 September 2026, dengan titik api pertama terdeteksi pukul 16.30 WIB di area Savana Pengol, kemudian menyebar ke Gunung Kursi akibat angin kencang. Tim ahli Kementerian Kehutanan dan petugas gabungan masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut. Sementara itu, proses pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar dilakukan oleh BBTNBTS bersama Satgas Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur.
Sari menekankan bahwa insiden berulang ini harus mendorong pengelola beralih dari pendekatan reaktif ke manajemen risiko prediktif. Fase pemulihan pascakebakaran harus mencakup keamanan jalur alternatif, pemulihan ekonomi lokal, dan peningkatan ketahanan kawasan. Ukuran keberhasilan tidak ditentukan oleh kecepatan kembalinya wisatawan, tetapi oleh tingkat keamanan kawasan, pemulihan masyarakat, dan penurunan risiko kebakaran mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.50
Penutupan Bromo Tak Menurunkan Minat Wisatawan, Keamanan Jadi Kunci Destinasi
Berita terkait
Kebakaran Meluas, Kawasan Wisata Bromo Ditutup Total
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 00.07
Kemenhut Bentuk Timsus Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Bromo
Detik.com · 13 September 2026 pukul 04.00
Area Sabana Dekat Bukit Teletubbies Bromo Kebakaran
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.14
Raja Juli Umumkan Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.56