Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Sebut Suara Gemuruh Usai Gempa Flores Fenomena Alami, Warga Jangan Panik

Suara gemuruh yang terdengar di pesisir utara Flores pasca-gempa magnitudo 7,7 pada Kamis, 21 Agustus 2026 adalah fenomena akustik alami akibat gelombang seismik, bukan pertanda gempa susulan yang lebih besar. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa suara tersebut timbul ketika getaran batuan berkonversi menjadi gelombang akustik di udara. Gelombang P (kompresional) yang bergerak paling cepat dirasakan pertama kali, sering diiringi oleh suara dentuman yang disebabkan oleh proses rekah patahan batuan. Fenomena ini cenderung lebih kuat terdengar di episenter gempa dangkal dan dipengaruhi oleh interaksi getaran tanah dengan bangunan, atap, dan pepohonan. Struktur geologi kawasan Flores, termasuk lapisan sedimen lunak dan area karst berongga, memperkuat suara yang dirasakan warga akibat amplifikasi getaran (site amplification).

Berita terkait