Pakar Sebut Suara Gemuruh Usai Gempa Flores Fenomena Alami, Warga Jangan Panik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suara gemuruh yang terdengar di pesisir utara Flores pasca-gempa magnitudo 7,7 pada Kamis, 21 Agustus 2026 adalah fenomena akustik alami akibat gelombang seismik, bukan pertanda gempa susulan yang lebih besar. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa suara tersebut timbul ketika getaran batuan berkonversi menjadi gelombang akustik di udara. Gelombang P (kompresional) yang bergerak paling cepat dirasakan pertama kali, sering diiringi oleh suara dentuman yang disebabkan oleh proses rekah patahan batuan. Fenomena ini cenderung lebih kuat terdengar di episenter gempa dangkal dan dipengaruhi oleh interaksi getaran tanah dengan bangunan, atap, dan pepohonan. Struktur geologi kawasan Flores, termasuk lapisan sedimen lunak dan area karst berongga, memperkuat suara yang dirasakan warga akibat amplifikasi getaran (site amplification).
Bagikan
Berita terkait
Gubernur NTT Mengapresiasi Bantuan Kemanusiaan dari JHL Foundation
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.07
Prabowo Ngaku Tahu Banyak soal NTT: Rakyat di Sini Banyak Bakar Hutan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 06.30
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Tiga Daerah Terdampak Gempa Flores
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 12.34
Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa Flores, Dukcapil Terjunkan Tim ke Ngada
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 16.25