PalmCo Rintis Proyek Kedelai 1.000 Hektare untuk Tekan Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo meluncurkan pilot project penanaman kedelai di 20 titik wilayah kerjanya, dengan target awal 1.000 hektare. Proyek ini dilaksanakan serentak di 6 provinsi, termasuk di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dan terhubung secara daring dengan manajemen regional lain.
Direktur Utama Jatmiko K. Santosa menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan impor kedelai. Areal penanaman kedelai ini dimanfaatkan dari lahan peremajaan dan konversi sawit, di mana kedelai ditanam selama enam bulan sebelum sawit ditanam kembali.
PalmCo menekankan pentingnya langkah ini mengingat defisit kedelai Indonesia yang rata-rata mencapai 2,5 juta ton per tahun dalam lima tahun terakhir, setara dengan 97 persen impor. Pilot project ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai di negeri.
Bagikan
Berita terkait
Di Tangan Amran, Kerajaan Bawang Putih RI Mau Bangkit dari Kubur
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.35
Menko Pangan Ungkap 17 Provinsi Bakal Tanam Bawang Putih Serentak
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Kementan Gandeng Unesa Kembangkan Bibit Kedelai Unggul untuk Dukung Swasembada
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 19.30
PalmCo Cetak SDM Unggul Lewat Program Magang untuk 1.300 Lebih Peserta
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.55