Panglima TNI Jawab Protes OPM soal Operasi Super Tucano di Nduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320239/original/070492200_1786341140-c57a18a3-9595-4171-9ddf-5e5fedc25804.jpg)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes OPM terhadap penggunaan pesawat Super Tucano di Nduga, Papua. Ia menegaskan OPM dinyatakan separatis dan harus ditumpas, sekaligus membela penggunaan senjata sebagai bagian dari pendekatan keamanan dan teritorial. Operasi di Nduga tidak hanya mengandalkan TNI, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mencegah kekerasan. Selain operasi militer, TNI juga melaksanakan program pembangunan seperti pembangunan gereja, sumur bor, perbaikan sekolah, dan pelayanan kesehatan. Sebelumnya, OPM Kodap III Ndugama-Derakma Egianus Kogoya dan Mayor Belia Kogeya protes penggunaan persenjataan berat, mengklaim enam anggota terluka akibat serangan bom dan tembakan dari pesawat Super Tucano. OPM mendesak penghentian penggunaan tempur, helikopter, dan drone untuk melindungi warga sipil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.45
Pesawat Super Tucano Serang Markas OPM, TNI: Segala Upaya Kita Kerahkan
JawaPos · 27 September 2026 pukul 19.15
Panglima TNI: Penanganan OPM di Papua Dilakukan Melalui Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.10
Panglima TNI: OPM Ini Kan Separatis, Harus Ditumpaslah
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 23.00
4 Anggota OPM Kembali ke NKRI, Serahkan Senjata ke Satgas TNI
Berita terkait
Buru Anggota OPM, Satgas TNI Diberondong Tembakan di Nduga Papua
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 23.30
2 Anggota OPM Tewas dalam Baku Tembak dengan Prajurit TNI di Yahukimo
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 21.29
Momen Sakral Anggota OPM Cium Merah Putih, Sumpah Setia NKRI
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Pilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM di Puncak Jaya Serahkan Senjata ke TNI
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 21.13