Paparan Asap Berulang Tingkatkan Risiko Gangguan Paru hingga Kanker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paparan asap dalam konsentrasi tinggi dan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan paru, termasuk kanker paru. Paparan ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan, pembakaran sampah, asap rokok, hingga emisi kendaraan. Dr. Linda Masniari, Spesialis Paru dan Onkologi Toraks MRCCC Siloam Semanggi, menjelaskan bahwa paparan asap jangka panjang dapat menyebabkan bronkitis, PPOK, cedera paru akut, hingga kanker paru. Partikel asap berukuran kecil (di bawah 0,5 mikron) dapat masuk ke alveol paru dan mengendap di sana, memicu berbagai gangguan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.59
Kemenkes: Ada 50.891 Kasus ISPA Imbas Asap Karhutla Juli-Agustus 2026
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.31
Kabut Asap Makin Pekat, Menhut Ungkap Perkembangan Penanganan Karhutla di Sumsel
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.04
Asap Karhutla RI Sampai ke Filipina, Kualitas Udara Sangat Tak Sehat
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.15
Karhutla Indonesia Meningkat, El Nino Bikin Kebakaran Makin Parah
Berita terkait
Dishut Kaltara Imbau Warga Waspadai Asap Karhutla, Polda Selidiki 12 Titik Kebakaran
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 22.00
Asap dan Debu Karhutla Masuk Rumah, Warga di Kobar Nyapu 6 Kali Sehari
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.25
Penerbangan Jakarta-Pontianak, Palembang-Jambi Terganggu Karhutla
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 20.05
Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat Imbas Asap Karhutla
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 05.03