Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Para Astronom Saksikan Momen Langka Kelahiran Komet Baru di Tata Surya

Para astronom berhasil mengamati transformasi langka Centaur 450P/LONEOS menjadi komet aktif, fenomena yang sebelumnya hanya spekulasi. Objek es ini, yang berasal dari Sabuk Kuiper, mengorbit di luar Jupiter sebelum gravitasi Saturnus pada 1992 mendekatkan orbitnya ke Matahari. Saat 450P mencapai perihelionnya pada jarak 813 juta kilometer, radiasi Matahari yang lebih kuat memanaskan permukaannya, melepaskan es volatil dan membentuk coma yang terdeteksi semakin cerah dari 2019 hingga 2024.

Tim led oleh Charles Schambeau (University of Central Florida) memantau perubahan ini dengan Teleskop Gemini North di Hawaii. Pengamatan lanjutan dengan JWST mengonfirmasi keberadaan gas karbondioksida dan partikel es kristal dalam coma, sementara ketiadaan uap air menunjukkan aktivitas komet ini sepenuhnya didorong oleh karbondiokside. Struktur es 450P yang mengalami perubahan termal ini berbeda dari komposisinya yang asli sejak terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

Penelusuran orbit menunjukkan interaksi gravitasi yang signifikan dengan Saturnus pada 1992, yang memicu perubahan orbit 450P. Jika objek ini terus menunjukkan aktivitas dan mendapat dorongan gravitasi tambahan dari planet raksasa, 450P akan resmi beralih ke kelompok Komet Keluarga Jupiter dengan periode orbit di bawah 20 tahun.

Berita terkait