Parfum Berkualitas Dinilai dari Performa, Bukan Sekadar Semprotan Pertama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumen parfum di Indonesia kini mulai mengubah kriteria pemilihan produk wewangian. Jika sebelumnya aroma pada semprotan pertama menjadi pertimbangan utama, semakin banyak pembeli yang memperhatikan ketahanan aroma, wangi di kulit, serta kenyamanan saat dipakai sepanjang hari.
Founder Best Perfume Store, Josh Frost, menjelaskan bahwa iklim tropis Indonesia dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi membuat parfum bereaksi berbeda di kulit. Aroma terus berkembang seiring waktu sehingga kualitas parfum tidak bisa dinilai hanya dalam hitungan menit. Banyak konsumen mengeluh bahwa aroma tidak bertahan seperti saat dicoba di toko, padahal semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil karakter parfum.
Kualitas sebenarnya parfum baru terlihat pada fase dry-down, yaitu ketika aroma awal mulai menguap dan karakter utama muncul. Fase ini umumnya terjadi setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian. Pada tahap itulah formulasi, konsentrasi fragrance, dan kualitas bahan baku benar-benar menentukan apakah sebuah wewangian mampu mempertahankan aromanya secara optimal.
Bagikan
Berita terkait
Libatkan RAN, SAFF & Co. Hadirkan The Postojna Project
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.11
Catat Rute Karnaval HUT Ke-81 RI di Jakarta 17 Agustus 2026
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Peringati HUT ke-81 RI, Otorita IKN Tanam 1.708 Pohon dan Ukir Rekor MURI
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Duta Besar Kartini Kukuhkan Paskibra KBRI Tokyo 2026
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 18.00