Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pascagempa NTT, Lebih dari 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 15 Agustus. Hingga Minggu 16 Agustus, lebih dari 5.000 warga bertahan di pengungsian, dengan jumlah terbesar di Kabupaten Sikka (3.356 jiwa) dan Kabupaten Manggarai (2.078 jiwa). Sebanyak 500 warga lainnya mengungsi di Nagekeo, serta di wilayah terdampak seperti Bima (NTB) dan Kepulauan Selayar (Sulsel). Bencana ini menyebabkan 47 orang meninggal dunia, dengan korban terbanyak di Kabupaten Manggarai (23 orang) dan Manggarai Timur (17 orang), serta 101 orang mengalami luka-luka.

Kerusakan material signifikan, meliputi 914 rumah rusak berat, 126 rumah rusak sedang, 317 rumah rusak ringan, dan fasilitas publik seperti 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah. Gempa juga diikuti 341 kali gempa susulan. Pemerintah Provinsi NTT memproses status tanggap darurat selama 14 hari, sementara beberapa kabupaten menetapkan status kedaruratan lebih panjang, termasuk Kabupaten Manggarai selama 90 hari dan Kabupaten Ngada selama 30 hari.

Prioritas penanganan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar dan distribusi logistik, dengan permintaan mendesak berupa tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, tandon air, dan genset. Tim gabungan bersama BPBD sedang melakukan penyisiran, pendataan, dan verifikasi dampak. Rumah sakit lapangan telah beroperasi di Reok, Manggarai. Akses jalan Larantuka–Maumere kembali terhubung, namun jalur Ende–Nagekeo masih terputus.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait