Pascamuktamar, ke Mana NU Melangkah?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah menentukan arah baru kepemimpinan organisasi. KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Am, sementara KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031. Kepemimpinan baru menghadapi tantangan transformasi NU dari organisasi keagamaan tradisional menjadi kekuatan sosial, ekonomi, politik, dan diplomasi global yang lebih kompleks. Gus Kikin, yang dilatarbelakangi oleh pengalaman di dunia pesantren dan profesional, diharapkan dapat membawa pendekatan manajerial modern tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional NU. Fokus utama kepengurusan baru adalah perbaikan tata kelola organisasi melalui akuntabilitas keuangan, transparansi, audit, dan sistem basis data yang lebih baik. Transformasi ini bertujuan mengubah kepercayaan pada individu (personal trust) menjadi kepercayaan pada institusi (institutional trust). Tantangan ekonomi menjadi prioritas kunci, dengan visi agar warga NU tidak hanya menjadi pasar tetapi pemain aktif dalam industri. NU perlu mengembangkan ekosistem yang mengintegrasikan pesantren, koperasi, perguruan tinggi, dan badan usaha untuk mencapai kemandirian ekonomi. Peta Jalan NU 2026-2050 harus diimplementasikan secara nyata di tingkat lapangan agar visi besar organisasi dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya.
Bagikan
Berita terkait
Foto: Gajah Tetap Mencari Makan saat Pemadaman Karhutla Padang Sugihan Diperkuat
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.23
Menlu Sugiono Wakili Prabowo di Sidang Umum PBB Pekan Depan
Detik.com · 18 September 2026 pukul 10.22
Tabur Bunga dan Penghormatan Terakhir Keluarga untuk 5 Jurnalis dan Kru Kapal
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 10.22
Polandia Beber Data Intelijen: Rusia Hendak Serang Negara-negara NATO Pendukung Ukraina
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 10.22