Pasokan ke Smelter Swasta Diusulkan Tak Lagi Masuk Hitungan DMO
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Resources Studies (IRESS) mendorong pemerintah untuk mengeluarkan pasokan batu bara ke smelter swasta dari perhitungan domestic market obligation (DMO) mulai 2027. Usulan ini bertujuan memastikan pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tidak tergerus oleh kebutuhan smelter swasta yang membeli batu bara dengan harga pasar. Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menyatakan bahwa DMO seharusnya hanya untuk kebutuhan listrik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika pasokan ke smelter tetap dihitung dalam DMO, tingkat kepatuhan DMO dapat tampak tinggi secara administratif, meskipun PLTU belum memperoleh pasokan yang memadai. Pada 2025, alokasi DMO untuk smelter mencapai sekitar 70 juta ton dari total target 239 juta ton, atau hampir 30 persen. Sementara itu, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton. Dengan mengeluarkan smelter dari DMO, pasokan batu bara dapat lebih terfokus pada sektor kelistrikan yang menjadi kebutuhan pokok.
Bagikan
Berita terkait
Amankan Pasokan Listrik, Pemerintah Perlu Beri Kepastian Produksi Tambang
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 21.59
Amankan Pasokan Listrik, Pemerintah Perlu Beri Kepastian Produksi Tambang
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.37
Dirut PTBA Buka-Bukaan Kondisi Cadangan Batu Bara Perusahaan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.10
PTBA Curhat DMO Batu Bara Kegedaan, Laba Tergerus
Detik.com · 15 September 2026 pukul 21.56