Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi meluncurkan operasi militer untuk merebut kembali ibu kota Sanaa dari pemberontak Houthi. Eskalasi terjadi di provinsi al-Bayda dan al-Jawf, yang merupakan pintu gerbang utama menuju ibu kota. Pihak pemerintah mengimbau warga sipil menghindari rute utama menuju Sanaa, termasuk jalur Marib dan al-Jawf, guna menghindari zona pertempuran.
Konflik ini merupakan eskalasi serius setelah gencatan senjata PBB tahun 2022. Pertempuran kembali pecah sejak Juli, dipicu serangan pemerintah ke bandara Sanaa dan serangan balasan Houthi di wilayah Taiz serta Hodeidah. Situasi diperparah oleh blokade Houthi terhadap kapal Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb, jalur vital ekspor minyak yang menjadi alternatif saat Selat Hormuz dibatasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.42
Bentrokan Sengit Houthi vs Pasukan Yaman Berlanjut, 300 Orang Tewas
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 16.48
Antek Iran Serang Sejumlah Kota Arab Saudi, Perempuan & Anak Kecil Jadi Korban
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.36
Arab Saudi Marah Serangan Houthi Lukai 73 Orang
Berita terkait
Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi Kehilangan Sejumlah Wilayah saat Lawan Houthi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 17.23
Houthi Klaim Serang 8 Tanker Saudi, Hadang Puluhan Kapal Lainnya
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.16
Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.00
Perang Saudara Berkecamuk di Negeri Para Habib, 189 Orang Tewas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 08.58