PBB Gunakan Peta Dunia Baru, Apa yang Salah dari Peta Lama?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PBB mengadopsi proyeksi peta Equal Earth untuk menggantikan peta Mercator yang selama ini banyak digunakan. Langkah ini diambil karena peta Mercator menciptakan distorsi ukuran yang signifikan, di mana wilayah dekat kutub tampak lebih besar daripada ukuran aslinya. Sebagai contoh, Afrika terlihat serupa dengan Greenland, padahal kenyataannya Afrika sekitar 14 kali lebih besar.
Distorsi pada peta Mercator dianggap memberikan dampak psikologis yang mengecilkan persepsi terhadap sumber daya dan populasi wilayah khatulistiwa, termasuk Afrika. Meskipun peta Equal Earth lebih akurat dalam merepresentasikan luas daratan, peta ini tidak bisa digunakan untuk navigasi karena mengorbankan garis lurus dan pengukuran jarak presisi, berbeda dengan fungsi utama peta Mercator sejak abad ke-16.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.20
Alasan PBB Ubah Peta Dunia, Ini Perbedaan RI di 'Atlas' Baru dan Lama
Berita terkait
164 Negara Dukung Penggunaan Peta Dunia Baru
Detik.com · 8 September 2026 pukul 12.45
Peta Dunia yang Selama Ini Kita Lihat Ternyata Menipu
Detik.com · 8 September 2026 pukul 10.15
Peta Dunia Salah Beradad-abad, PBB Segera Menggantinya
Detik.com · 6 September 2026 pukul 06.15
Peta Baru dengan Ukuran Asli Afrika Diadopsi PBB
Detik.com · 5 September 2026 pukul 20.21