PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, Ini Makna di Baliknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026. Tema yang diangkat adalah "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri". Tema ini menekankan peran santri dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia. Sekjen PBNU Gus Gudfan Arif menjelaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri terpisah dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren. Santri harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap mempertahankan akar tradisi yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan baru. Gus Gudfan menambahkan bahwa akar tradisi yang kokoh akan memperluas kemampuan seseorang untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah masyarakat, bangsa, dan negara. Frasa "Menjaga Keutuhan Negeri" merujuk pada peran sejarah kaum santri sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini. Pesantren dan santri memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk menjaga persaudaraan, kebinekaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, cinta pada tradisi dan cinta pada negeri sama-sama penting dan saling melengkapi dalam pemikiran pesantren.
Bagikan
Berita terkait
Diangkat Jadi Rais Syuriah PBNU, Kiai Cholil Nafis: Pengurus Harus Siap Melayani Umat
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.37
Susunan PBNU 2026-2031 Diumumkan: Ada JK, Gus Gudfan Jadi Sekjen
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 09.00
Gus Kikin Ungkap Pengurus Baru PBNU Bertemu Prabowo
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 06.54
Gus Kikin Bawa Pengurus Baru PBNU Ketemu Prabowo di Istana
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.53