Pelatnas esports Asian Games terapkan sport science
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim Nasional Esports Indonesia menerapkan pendekatan sport science dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Jepang. Manajer Timnas Glorya Famiela menjelaskan bahwa persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kondisi fisik, nutrisi, kesehatan, dan kesehatan mental atlet. Tim pelatnas juga menyiapkan tenaga medis berupa satu dokter dan satu perawat untuk mendampingi atlet selama program latihan berlangsung.
PB ESI menyiapkan 34 atlet dan tujuh pelatih yang akan turun dalam delapan nomor pertandingan, yaitu Honor of Kings, Identity V, Naraka: Bladepoint, Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, eFootball, Gran Turismo, dan Pokemon UNITE. Competitive Martial Arts tidak masuk daftar keberangkatan setelah evaluasi Kemenpora. Pelatnas dilaksanakan secara mandiri dengan dukungan sponsor, sementara pemerintah difokuskan pada kebutuhan keberangkatan seperti tiket dan akomodasi.
Glorya optimistis esports dapat membantu mendongkrak target empat emas yang ditetapkan Kemenpora untuk seluruh cabang olahraga. Ia berharap keberhasilan meraih medali dapat membuktikan potensi esports dalam memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 07.22
Timnas Tenis Meja Indonesia Tanpa Target Tinggi di Asian Games 2026
Berita terkait
PB ESI Perkuat Pelatnas Timnas Esports Menuju Asian Games 2026
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.29
Alasan Timnas Esports Tak Jadi Ikut Martial Arts Asian Games 2026
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.10
Timnas Pokemon Unite Indonesia Raih Medali Perak di Asian Games 2026
Detik.com · 27 September 2026 pukul 18.54
Timnas Honor of Kings Indonesia Gagal Raih Medali di Asian Games 2026
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.31