Pembudi Daya Ikan di Gunung Mas Percepat Panen Imbas Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembudi daya ikan di Kabupaten Gunung Mas terpaksa melakukan panen dini akibat kemarau panjang sejak Juli 2026. Penurunan debit air yang drastis, terutama pada kolam tanah dan terpal sistem tadah hujan, mengancam kelangsungan hidup ikan. Kondisi kritis ini berdampak pada sedikitnya lima kelompok pembudi daya ikan patin, nila, dan gurami di Kecamatan Tewah.
Di wilayah Kuala Kurun, pembudi daya mencoba berbagai cara untuk mempertahankan kualitas ikan. Penggunaan air PDAM dinilai tidak efektif dan berisiko karena kandungan bahan kimia yang tidak ramah ekosistem. Sebagai alternatif, penggunaan mesin pompa air untuk menyedot air tanah atau sungai dilakukan, meski hanya efektif untuk skala kecil atau satu hingga dua kolam kecil.
Bagikan
Berita terkait
KKP Kerahkan 33 Kapal Perikanan di Arafura, Target Produksi 9.500 Ton Ikan
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 08.20
KKP Gandeng China Latih ABK-Genjot Produksi Perikanan
kumparan · 27 September 2026 pukul 06.26
BMKG Ungkap Awal dan Puncak Musim Hujan di RI
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 18.45
Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke Modern, Punya Fasilitas Top
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.35