Pembunuhan Siswi SMP di Nabire Melibatkan Ahli Digital Forensik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polisi Nabire melibatkan ahli digital forensik untuk mengekstrak data dari tiga telepon seluler — dua milik korban dan satu milik Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) — dalam kasus pembunuhan siswi SMP di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ekstraksi dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Jayapura guna melengkapi alat bukti dan memperkuat pembuktian, kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu.
Penyidik juga menyiapkan pemeriksaan ahli rekaman CCTV, dokter yang melakukan visum et repertum, serta psikolog untuk ABH pada hari yang sama. Setelah seluruh pemeriksaan ahli selesai, penyidik akan menggelar perkara kembali untuk menentukan jadwal rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan penasihat hukum keluarga korban.
Hingga kini status perkara telah dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan, AWS telah ditetapkan sebagai tersangka, dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirimkan kepada Kejaksaan Negeri Nabire.
Bagikan
Berita terkait
Polda Metro Usut Kasus Sutrimo, Selidiki Dugaan Meninggal Tak Wajar
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.26
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut Polisi
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.24
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Berencana Diusut
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.24
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana di Kasus Kematian Sutrimo
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 14.17