Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Mau Genjot Jaringan Gas Alam ke Rumah Warga demi Kurangi Impor LPG

Pemerintah Indonesia memperluas program Jaringan Gas Alam (Jargas) ke rumah warga untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, kebutuhan LPG nasional mencapai 5 juta metrik ton per tahun, namun produksi dalam negeri hanya 1,4 juta metrik ton, sehingga sekitar 72% harus diimpor. Sebaliknya, potensi gas alam di Indonesia jauh lebih besar, dengan tiga perempat ketersediaan energi terdiri dari gas bumi atau metana dan etana.

Program Jargas diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk menurunkan beban impor energi dan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pemerintah menargetkan pembangunan 119.379 Sambungan Rumah (SR) Jargas pada periode 2025-2026, tersebar di 15 kabupaten/kota, dengan sebagian besar sudah berada dalam tahap penyelesaian konstruksi. Target ini naik dari rencana awal sebesar 115.264 SR.

Hingga tahun 2025, pemerintah telah berhasil membangun 949.008 SR Jargas di seluruh Indonesia, dengan 703.308 SR didanai melalui APBN dan sisanya melalui pendanaan non-APBN. Untuk periode 2026-2028, pemerintah merencanakan penambahan 959.232 SR di delapan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari strategi mewujudkan kemandirian energi yang lebih besar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait