Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Rapat Barisan Kembangkan Teknologi Logam Tanah Jarang

Pemerintah Indonesia membentuk gugus tugas yang melibatkan 15 kementerian dan lembaga untuk menyelaraskan kebijakan dan regulasi pengembangan teknologi logam tanah jarang (LTJ). Tujuan utama adalah untuk memproses sumber daya LTJ secara lokal, mengurangi ekspor bahan baku, dan mendorong industri hilir yang lebih kompleks, termasuk infrastruktur kendaraan listrik. Upaya ini melibatkan BRIN, MIND ID, dan PT Timah untuk mengatasi keterbatasan teknologi pemurnian. Meskipun Indonesia memiliki cadangan LTJ yang melimpah – 28 lokasi mineralisasi, dengan sumber daya terbesar di Kepulauan Bangka Belitung (181.735 ton), Kepulauan Riau (2.268 ton), dan Kalimantan Barat (1.175 ton) – hanya sekitar 30% (9 lokasi) yang telah dieksplorasi secara awal, sementara 70% masih belum tersentuh. Sumber daya monasit mencapai 185.179 ton logam, mengandung CeO2, La2O3, Nd2O3, Y2O3, dan elemen lain, sedangkan xenotime mencapai 20.734 ton, terutama di Bangka Belitung. Elemen LTJ tambahan ditemukan dalam silikat zirkonium, ferrotitanat, bijih nikel laterit, dan abu batu bara. Koordinasi ini bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi, menciptakan iklim investasi yang lebih baik, dan memastikan potensi pertambangan nasional berkontribusi pada stabilitas ekonomi.

Berita terkait