Pemerintah Sebut Penciptaan Lapangan Kerja di RI Lebih Banyak dari PHK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih lebih banyak dibandingkan fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data Satuan Informasi Nasional (Satudata) Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 53.490 orang per Agustus 2026, naik dari 43.805 orang pada Juli 2026. Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan persentase PHK tertinggi, yakni sekitar 20,34%.
Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia. Pada Mei 2026, TPT turun menjadi 4,65%, lebih rendah dari 4,68% pada Februari 2026. Penurunan ini membawa TPT ke level terendah dalam 32 tahun terakhir.
Secara kuantitatif, jumlah penganggurawan turun dari 7,24 juta orang pada Februari 2026 menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026. Dari 220,23 juta penduduk usia kerja, terdapat 155,41 juta angkatan kerja dan 64,82 juta bukan angkatan kerja. Penyerapan tenaga kerja mencapai 522.000 orang, meningkatkan jumlah pekerja menjadi 148,19 juta orang, mayoritas sebag sebagai pekerja penuh waktu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 18.20
53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus, Ini Provinsi Terbanyak
Berita terkait
Kemnaker Catat PHK Tertinggi Terjadi pada Juni, Tembus 9.028 Orang
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.48
PHK Agustus Tembus 53.000 Orang, Ini Respons Airlangga
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.34
Korban PHK Tembus 53 Ribu per Agustus 2026, Jabar Terbanyak
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.23
Jawa Barat Jadi Episentrum PHK, 10.880 Tenaga Kerja Terdampak
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.41