Pemilahan Sampah di Pasar Tradisional Masih Jadi Tantangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, memantau timbulan sampah dari pasar tradisional yang menjadi salah satu penyumbang utama volume sampah di wilayahnya. Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho menyatakan potensi total timbulan sampah mencapai 400 ton per hari, namun kapasitas pengelolaan saat ini hanya mampu menangani sekitar 100-an ton per hari. Untuk mengoptimalkan fungsi fasilitas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R, pemilahan sampah dari sumber menjadi kunci. DLH Bantul mendorong penerapan pengelolaan sampah organik skala terbatas langsung di kawasan pasar. Sebagai langkah konkret, aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 dilakukan di Pasar Imogiri pada Jumat (25/9).
Bagikan
Berita terkait
Pramono Ungkap Volume Sampah Bantargebang Turun
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.21
Viral Limbah Tambak Udang Dibuang ke Laut, DLH Bantul Bergerak
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 19.10
Pasar Godean Menyediakan Layanan Antar Barang Demi Menarik Pembeli
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 13.45
Omzet Pedagang di Pasar Tradisional Bantul Menurun, ASN Diminta Ikut Membantu
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 15.20