Pemprov DKI Sesalkan Perusakan CCTV di Pejompongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan penyayangannya terhadap aksi dugaan perusakan kamera pengawas lingkungan (CCTV) di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8). Lokasi tersebut diketahui menjadi salah satu titik kumpul massa setelah aksi di depan Gedung DPR. Namun, belum diketahui apakah massa yang melakukan perusakan merupakan bagian dari kelompok yang sedang menggelar aksi unjuk rasa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab. Menurutnya, fasilitas CCTV berperan penting dalam pencegahan kriminalitas, pemantauan pelayanan publik, dan dukungan pengaturan lalu lintas.
Marulina juga mengimbau agar aksi penyampaian pendapat tidak disertai tindakan anarkis atau vandalisme. Setiap kasus perusakan fasilitas publik akan dilaporkan kepada aparat penegak hukung untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian fasilitas publik demi kepentingan bersama masyarakat Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 06.43
Unjuk Rasa Anarkis, Massa Rusak CCTV dan Pos Polisi di Pejompongan
Berita terkait
Lebih 150 CCTV Terpasang di Arena Muktamar NU
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 08.47
Pemprov DKI Buka Akses 50 Titik CCTV Real-Time, Warga Bisa Pantau
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.43
Masih ada Massa di Bawah Fly Over Pejompongan-Slipi, Lalin Berangsur Normal
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 08.33
Kerusuhan Hingga Pembakaran Pos Polisi dan Sepeda Motor di Pejompongan Pasca Aksi Demo DPR
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 08.15