Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemprov DKI Siapkan Skema Biaya 6.500 Km Kabel Masuk Tanah, Tak Cuma dari APBD

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penataan 6.500 km kabel di permukaan jalan yang akan diturunkan ke dalam tanah dalam lima tahun ke depan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal ini saat meninjau langsung pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Payung hukum untuk penataan ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025. Pemprov akan menyiapkan skema pendanaan yang tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan dana dari investor, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMD) atau sektor swasta. Stafsus Gubernur, Chico Hakim, menyampaikan bahwa pekerjaan penataan kabel sudah berjalan dan tidak lagi sebagai program yang menunggu. Prioritas saat ini adalah penurunan kabel komunikasi atau optik, sementara kabel listrik masih memerlukan koordinasi dengan PLN. Ruas jalan yang sedang dikerjakan mencakup 16,9 km, dengan target penyelesaian pada Desember 2026, meliputi Jalan MT Haryono, Gatot Subroto, Dr. Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara. Proyek sepanjang 16,9 km ini memakan biaya Rp 16,9 miliar. Chico belum menyampaikan angka resmi biaya untuk seluruh 6.500 km dalam lima tahun ke depan. Pramono menekankan bahwa target ini dapat tercapai jika dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk sektor swasta, dan tidak hanya bergantung pada Dinas Bina Marga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait