Pemprov DKI Usul Rusun Terintegrasi Sekolah-Pasar-Transportasi Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan pengembangan rumah susun (rusun) terintegrasi dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan, dan transportasi publik melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rumah Susun. Gubernur Pramono Anung menyatakan penyediaan hunian yang layak, inklusif, dan berkeadilan menjadi fondasi ketahanan sosial. Ranperda dirancang untuk mixed-use dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan mencakup Konsolidasi Tanah Vertikal untuk mengatasi fragmentasi kepemilikan tanah. Target kebijakan diperluas ke Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT), yakni 49,29% penduduk Jakarta yang berada pada kelompok menengah transisi. Regulasi ini selaras dengan program pemerintah pusat seperti Tapera, FLPP, dan Program 3 Juta Rumah untuk memperluas akses pembiayaan hunian.
Bagikan
- rumah susun
- transit oriented development
- mixed use
- masyarakat berpenghasilan tertentu
- konsolidasi tanah vertikal
Berita terkait
Pengendalian Penduduk Jangan Berhenti pada Wacana, Hunian Layak Harus Jadi Prioritas
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.25
Perumnas dan Agung Podomoro Land Berkolaborasi Revitalisasi Rumah Susun Klender
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 03.31
Pramono: Dua Menara Baru akan Dibangun di Blok M
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.28
MRT Siapkan Ultimate Development Blok M, Bakal Ada Tower dan Skybridge
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.01