Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemulihan Pendidikan Pasca-Gempa NTT Sasar Infrastruktur dan Psikososial

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis warga sekolah. Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Saryadi, menyampaikan bahwa 857 satuan pendidikan dengan total 101.888 peserta didik teridentifikasi membutuhkan pendampingan psikososial pascabencana. Dukungan psikososial telah diberikan di 75 sekolah dengan melibatkan mitra. Untuk memperluajang jangkauan, Kemendikdasmen akan melatih 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah, yang ditargetkan menjangkau sekitar 51.000 pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.

Di sisi lain, pemerintah telah menyalurkan bantuan rehabilitasi fisik sebesar Rp50 miliar untuk 187 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan pada tahap pertama. Rincian penyaluran meliputi berbagai kebutuhan rehabilitasi, dengan proses verifikasi dan validasi kebutuhan sedang dilakukan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Saryadi menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi sekolah dalam masa transisi dari kondisi darurat menuju rehabilitasi permanen, termasuk meninjau kembali program rehabilitasi tahun 2026 agar sesuai dengan kondisi terbaru pascagempa. Kementerian juga menggandeng perguruan tinggi dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dalam pelaksanaan pemulihan ini.

Berita terkait