Penelitian Terbaru: Gravitasi Matahari dan Bulan dapat Memicu Gempa Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian baru mengungkapkan bahwa gaya gravitasi Matahari dan Bulan dapat memicu gempa bumi lambat melalui mekanisme resonansi. Gaya gravitasi kedua langit ini tidak hanya menyebabkan pasang surut di laut, tetapi juga menciptakan 'pasang surut' pada bebatuan dan tanah. Tekanan yang dihasilkan hanya sebesar beberapa kilopaskal, setara dengan tekanan tangan yang ditekan ringan, namun berhasil memicu gempa bumi lambat yang energinya melepas jauh lebih lambat dibanding gempa bumi biasa dan tidak terasa oleh manusia.
Mekanisme di balik fenomena ini sebelumnya belum dapat dijelaskan secara lengkap. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal JGR Solid Earth, para ilmuwan mengembangkan model simulasi dari sebagian kecil patahan, menggabungkan model pegas dengan hukum gesekan yang bergantung pada kecepatan dan kondisi kontak. Hasilnya menunjukkan bahwa gaya yang sangat kecil dapat menyebabkan patahan batuan jika diterapkan pada waktu yang tepat.
Para peneliti membandingkan mekanisme ini dengan mengayunkan ayunan dengan ritme yang tepat, sehingga gerakannya semakin besar. Penemuan ini membantu menjelaskan bagaimana variasi gravitasi langit dapat memengaruhi aktivitas seismik di bumi, meskipun efeknya tidak langsung terasa oleh manusia.
Bagikan
Berita terkait
Nuklir Korut Ternyata Pancing Gempa Bumi
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 22.00
BMKG Catat 42 Gempa Bumi dalam Rangkaian Aktivitas Seismik di Kabupaten Bandung
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 08.00
Rahasia Ledakan Supernova Kuno Berusia Puluhan Juta Tahun Bersemayam di Debu Bulan
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.50
BMKG: Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.10