Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina: Dua Siswa Tewas Termasuk Pelaku

Dua siswa tewas dalam penembakan di sebuah sekolah menengah di Kota Zamboanga, Filipina bagian selatan, pada Selasa (18/8). Salah satu korban adalah pelaku penembakan itu sendiri. Menurut laporan kepolisian, pelaku berusia 14 tahun (siswa kelas 9) membawa pistol dan senapan ke sekolah, lalu menembak seorang siswa laki-laki yang duduk satu tingkat di atasnya, sebelum mengakhiri hidupnya. Presiden sekolah, Ernald Andal, memastikan tidak ada lagi penembakan aktif dan tidak ada korban tambahan. Belum diketahui motivasi pelaku.

Insiden ini terjadi kurang dari dua bulan setelah penembakan di Sekolah Menengah Negeri di Kota Tacloban pada 22 Juni, yang menyebabkan tiga orang tewas dan sekitar 20 orang terluka. Penembakan di sekolah relatif jarang terjadi di Filipina, meskipun senjata api ilegal masih beredar di masyarakat. Pemerintah Filipina memiliki aturan kepemilikan senjata yang ketat, termasuk pemeriksaan latar belakang dan evaluasi psikologis.

Setelah insiden ini, polisi dan tentara bersenjata dikerahkan ke lokasi. Sekolah yang menjadi lokus insiden adalah bangunan lima lantai di atas lahan seluas 8 hektare, digunakan untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Insiden ini juga terjadi kurang dari 10 hari setelah serangan serupa di sebuah sekolah di pinggiran Bangkok, Thailand.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait