Pengamat Sebut Elektabilitas Prabowo Anjlok karena Arogansi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Ubedilah Badrun (Kang Ubed) menyatakan bahwa elektabilitas dan kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Anjlok. Menurutnya, penurunan kepercayaan publik disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang dianggap tidak responsif terhadap kritik. Kang Ubed menyoroti pidato Presiden yang seringkali dinilai kasar, minim empati, dan menggunakan bahasa yang terlalu terbuka (ceplas-ceplos). Gaya tersebut, menurutnya, membuat kesan arogansi dan menunjukkan sikap tidak mau mendengar kritik dari publik. Selain itu, Prabowo dikritik karena menolak menggunakan bantuan tekstual dalam penyusunan pidatonya, meskipun sebelumnya pernah menerima saran dari aides de campagne untuk melakukannya. Kang Ubed menekankan bahwa sikap ini memperlemah citra kepemimpinan Presiden di mata masyarakat. Penurunan elektabilitas ini, menurutnya, mencerminkan ketidakpercayaan publik terhadap arah kebijakan dan gaya komunikasi yang digunakan pemerintahan.
Bagikan
Berita terkait
Pidato Prabowo Soal Upah Kupas Bawang Disebut Bisa Berujung Hukuman Mati
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 15.20
Prabowo Diam-diam Sakit? Setahun Batuk-Batuk Terus Saat Pidato
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.00
Johan Rosihan Nilai Pidato Prabowo Perlihatkan Optimisme Arah Pembangunan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.02
Prabowo: yang Korupsi MBG Adalah Orang Biadab, Tidak Pantas Dihormati
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.00