Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengamat Sebut Elektabilitas Prabowo Anjlok karena Arogansi

Pengamat politik Ubedilah Badrun (Kang Ubed) menyatakan bahwa elektabilitas dan kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Anjlok. Menurutnya, penurunan kepercayaan publik disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang dianggap tidak responsif terhadap kritik. Kang Ubed menyoroti pidato Presiden yang seringkali dinilai kasar, minim empati, dan menggunakan bahasa yang terlalu terbuka (ceplas-ceplos). Gaya tersebut, menurutnya, membuat kesan arogansi dan menunjukkan sikap tidak mau mendengar kritik dari publik. Selain itu, Prabowo dikritik karena menolak menggunakan bantuan tekstual dalam penyusunan pidatonya, meskipun sebelumnya pernah menerima saran dari aides de campagne untuk melakukannya. Kang Ubed menekankan bahwa sikap ini memperlemah citra kepemimpinan Presiden di mata masyarakat. Penurunan elektabilitas ini, menurutnya, mencerminkan ketidakpercayaan publik terhadap arah kebijakan dan gaya komunikasi yang digunakan pemerintahan.

Berita terkait