Pengamat soal Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Saatnya Evaluasi Menteri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arifki Chaniago, Direktur eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, menyatakan evaluasi menyeluruh atau reshuffle terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto merupakan hal yang wajar. Evaluasi tidak merupakan tanda kegagalan, melainkan upaya memastikan pemerintahan menjadi lebih efektif. Dua tahun sudah cukup untuk menilai siapa yang bekerja aktif, siapa yang berlari, dan siapa yang masih beradaptasi. Hasil survei menjadi salah satu bahan pertimbangan penting bagi Presiden dalam mengevaluasi kinerja menteri serta tingkat kepuasan publik. Persepsi publik tetap relevan karena pada akhirnya kinerja pemerintah dinilai langsung oleh masyarakat. Arifki menekankan bahwa menteri tidak cukup sekadar representasi hasil bargaining partai koalisi, melainkan harus memiliki kompetensi, kemampuan komunikasi, dan kapasitas eksekusi. Menteri harus mampu menjelaskan kepada rakyat mengenai program pemerintah dan manfaatnya. Kinerja menteri berdampak langsung pada citra pemerintahan Prabowo, sehingga Presiden membutuhkan menteri yang memahami visi, prioritas, dan ritme pemerintahannya. Reshuffle dapat menjadi momentum untuk memperkuat kabinet dan memastikan seluruh menteri memiliki kecepatan serta pemahaman yang sama terhadap agenda pemerintahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 19.07
Publik Minta Reshuffle, Sandiaga Uno Disebut Figur yang Cocok Perkuat Kabinet Prabowo
Berita terkait
Masyarakat Ingin Prabowo Lakukan Reshuffle: Kabinet Sekarang Gagal Jalankan Visi-Misi Presiden
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 10.11
Poltracking: 51,9 Persen Publik Nilai Kabinet Merah Putih Perlu Direshuffle
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
Bisik-bisik Reshuffle Setelah Agustusan Mencuat Lagi
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 07.45
Publik Ingin Ada Reshuffle Kabinet, Nama Sandiaga Uno Dianggap Bisa Jadi Striker Investasi
VOI · 2 September 2026 pukul 21.11