Penjelasan BMKG Soal Penyebab Gempa 5,4 Magnitudo yang Mengguncang Pangandaran, Lengkap!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,17 derajat Lintang Selatan dan 107,86 derajat Bujur Timur, sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Gempa diklasifikasikan sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault). Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung seperti Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk, dengan intensitas III MMI yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 22.11
Gempa M5,0 di Jepara Jateng, Tak Berpotensi Tsunami
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 10.23
BMKG: Gempa Dangkal M 3,5 di Bogor Dipicu Sesar Aktif
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 23.05
Update Gempa M5,3 Pangandaran, Guncangan Dilaporkan Terasa di Bandung
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.51
BMKG Ungkap Pusat Gempa M 6,4 di Filipina, Ini Analisis Penyebabnya
Berita terkait
Sudah 1.624 Gempa Susulan Terjadi di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.53
BMKG: 1624 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7 Flores NTT
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
Usai Gempa 7,7 Magnitudo, BNPB Catat 995 Gempa Susulan Terjadi di NTT: 46 Terasa
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.48
Gempa NTT Dipicu Sesar Flores, Bahaya dan Punya Rekam Jejak Merusak
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.10