Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penjelasan Kemenhan dan Haji Isam soal Logo di Kapal Pesiar

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membuka suara terkait kapal pesiar milik swasta yang dipasangi logo resminya. Kapal pesiar J7 Explorer yang dimiliki oleh Haji Isam dari Jhonlin Marine Transport ini digunakan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, penempelan logo Kemhan menandakan bahwa aktivitas operasional armada tersebut berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah. Kapal ini digunakan untuk mendukung kegiatan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di wilayah seperti Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.

Haji Isam mengonfirmasi bahwa kapal J7 Explorer dengan bobot 8.076 GT ini merupakan miliknya dan telah diubah menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kapal ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, dan titik tumpu rantai logistik. Isam menekankan bahwa keterlibatan kapal miliknya merupakan bagian dari tanggung jawab swasta terhadap agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Prabowo Subianto.

Untuk mencapai target pencetakan sawah di Merauke, Isam menyatakan bahwa sekitar 2.000 ekskavator dari China serta tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa diterjunkan ke lokasi proyek. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat stok pangan nasional tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait