Penjual Atribut Merah Putih di Pasar Asemka Keluhkan Omzet Menurun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penjual atribut dan ornamen bernuansa merah putih di Pasar Asemka, Jakarta Barat, melaporkan penurunan omzet dan jumlah pembeli dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun sudah berada di H-2 momen 17 Agustus 2026. Amran (40), pedagang topi bertema kemerdekaan selama empat tahun, mengaku biasanya puncak penjualan terjadi tiga hari sebelum hari H, namun kali ini lalu dilaporkan lebih santai. Tahun lalu, pedagang bisa melakukan pemesanan besar (PO) hingga Rp 3 juta per minggu, namun kini hanya mampu membeli stok senilai Rp 1 juta. Untuk menstimulasi penjualan, Amran turunkan harga topi dari Rp 27.500 menjadi Rp 25.000. Perubahan pola pembelian juga terlihat: tahun lalu banyak pembeli mencari topi untuk anak-anak, namun kini lebih banyak ibu-ibu yang membeli topi bertuliskan 'Indonesia'.
Ridwan (38), pedagang bendera dan atribut kemerdekaan lainnya, juga mengonfirmasi penurunan pembeli dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pembelian bendera biasanya dilakukan di awal Agustus, sementara aksesori seperti stiker dan hiasan sepeda lebih diminati di akhir bulan. Meskipun kondisi penjualan saat ini menurun, Amran memprediksi peningkatan pembeli pada H-1, terutama dari pelanggan luar daerah yang biasanya datang menjelang hari kemerdekaan.
Bagikan
Berita terkait
Panjat Pinang hingga Lomba Makan Kerupuk Meriahkan Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 13.42
Pimpin Upacara HUT RI di Istana, Prabowo Pilih Jas Biru Tua
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.03
Ramai Perayaan HUT RI ke-81, Warganet Ingatkan Gempa NTT
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.31
Pembawa Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Istana: Celina Olivia Apriani Theo
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.46