Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penjualan Flagship Smartphone Meningkat Dorong Pertumbuhan Laba

Pasar smartphone Indonesia bergeser ke segmen premium (>US$600) pada kuartal I 2026, tumbuh 30% tahunan dengan kontribusi tertinggi 8,3% dari total pengiriman. Pengiriman nasional terkoreksi 9% akibat krisis pasokan chip memori yang mengerek harga ritel 7–45%, sedangkan segmen entry (<US$150) anjlok 19%. PT Erajaya Swasembada (ERAA) mencatat pendapatan Rp42,9 triliun (+22,4%) dan laba bersih Rp784 miliar (+38,0%) di semester I 2026. Laba tumbuh lebih cepat dari penjualan berkat operating leverage: rasio beban turun ke 7,8% dari 8,1%, margin laba kotor 11,2%, margin bersih 1,8% (sebelumnya 1,6%).

Analis Wawan Hendrayana (Infovesta) menilai pergeseran bauran ke produk premium, pengelolaan persediaan yang ramping akibat keterbatasan chip, dan daya tawar terhadap merek sebagai penggerak utama. Same Store Sales Growth (SSSG) enam bulan pertama masih positif 4,1%, meski Juni terkoreksi 11,6% karena efek basis peluncuran iPhone 16. Hari persediaan menurun, melepaskan modal kerja dan menurunkan risiko stok mahal. Ekspansi jaringan 276 gerai baru (net +173, total 2.506) justru menurunkan rasio beban lewat efisiensi skala.

Anak usaha ERAL (active lifestyle) berkontribusi signifikan: penjualan Rp3,7 triliun (+41%), margin kotor 18,1% (vs konsolidasi 11,2%), SSSG stabil. Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan pada siklus handset. Kuartal III–IV 2026 difokuskan pada kampanye musiman (Back-to-School, Festival Belanja, ulang tahun ke-30) untuk menangkap permintaan premium dan mengoptimalkan persediaan menjelang puncak kuartal IV.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait