Perang AS dan Iran Bikin Gangguan Sinyal GPS Pesawat Sampai Jakarta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gangguan sinyal GPS pada pesawat menjadi masalah signifikan setelah konflik Amerika Serikat-Iran, terutama bagi penerbangan dari Kawasan Timur Tengah. Direktur AirNav Indonesia, Nurtjahjo Utomo, menyatakan beberapa pesawat mengalami gangguan GPS hingga mendarat di Jakarta. Gangguan ini memaksa penerbangan tidak dapat menggunakan prosedur RNP approach berbasis satelit, sehingga beralih ke navigasi konvensional seperti ILS (Instrument Landing System) dan AVOR. Gangguan juga tercatat di sekitar ruang udara Jakarta, meskipun sumbernya tidak diketahui. AirNav mencatat kejadian dan menyesuaikan prosedur navigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Meski tidak mengganggu keselamatan, perubahan prosedur menyebabkan antrian penerbangan menjadi lebih lama. Sistem navigasi berbasis darat tetap berfungsi sebagai alternatif ketika GPS tidak dapat digunakan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lalu lintas udara yang fleksibel dalam situasi gangguan teknis.
Bagikan
Berita terkait
AirNav Indonesia dan Boeing Kaji Optimalisasi Ngurah Rai
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 15.15
Update NOTAM: Penutupan Bandara Wunopito NTT Kembali Diperpanjang
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 10.17
Bandara Radin Inten II Lampung dan 4 Bandara Lain Kembali Beroperasi
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.10
3 Bandara Masih Ditutup hingga Pukul 10.00 WIB, Ini Daftarnya
Detik.com · 8 September 2026 pukul 07.22