Perbasi Skors Pelatih Basket Jateng 10 Tahun Akibat Kekerasan Pemain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjatuhkan sanksi skorsing selama 10 tahun kepada seorang pelatih di Jawa Tengah akibat dugaan kekerasan terhadap pemain. Keputusan ini disampaikan melalui surat keputusan DPP Perbasi yang ditandatangani pada 31 Agustus 2026. Selama masa hukuman, pelatih tersebut dilarang bertarung atau berpartisipasi dalam kompetisi basket di bawah naungan Perbasi. Sanksi ini didasarkan pada laporan investigasi dari DPD Perbasi Jawa Tengah dan dilengkapi dengan pelaporan ke Polrestabes Semarang untuk ditindak secara hukum pidana. Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, menegaskan langkah ini sebagai bentuk perlindungan atlet dan menginstruksikan seluruh pengurus daerah untuk mengusut kasus kekerasan secara aktif. Sekretaris Jenderal Nirmala Dewi menambahkan bahwa sanksi ini bertujuan memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang. Jika pengadilan memutuskan pelatih bersalah secara inkracht, maka lisensinya akan dicabut secara permanen. Keputusan ini didasarkan pada Pasal 43 Anggaran Dasar Perbasi yang memberikan otoritas penuh untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggar etika olahraga.
Bagikan
Berita terkait
Viral Sejoli Pendaki Kepergok Mesum di Gunung Prau, Sempat Terjadi Cekcok
Detik.com · 1 September 2026 pukul 03.01
Dari Lereng Pegunungan Kelir, Tinctori Menjaga Warna Alam Menembus Pasar Global
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.30
Timnas Basket Keok dari Malaysia, Perbasi Janji Berbenah Menjelang Asian Games 2026
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.14
Fokus Atasi Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT, Jateng Kembali Kirim Bantuan
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.00