Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perencana Keuangan Beberkan Trik Agar Mindful Spending Berhasil

Setelah pembatasan sosial pandemi Covid-19 berakhir, banyak masyarakat Indonesia merasakan lonjakan keinginan untuk belanja sebagai bentuk 'balas dendam' atas lama tidak bisa berbelanja. Fenomena ini lalu berbalik arah menuju perilaku belanja yang lebih hati-hati dan kesadaran penuh (mindful spending). Kayleen, seorang perencana keuangan dan edukator, menjelaskan bahwa spending tidak selalu negatif asalkan selaras dengan nilai dan tujuan hidup seseorang. Menurutnya, spending yang disebut 'value-based' tidak menjadi masalah. Namun, paparan iklan berulang di media sosial dapat memengaruhi persepsi kebutuhan seseorang, membuat orang merasa perlu membeli sesuatu yang sebelumnya tidak mereka inginkan. Untuk mengelola keuangan secara sehat, Kayleen menyarankan penggunaan aturan 50:30:20 dalam pengelolaan keuangan pribadi. Aturan ini membagi pengeluaran menjadi 50% untuk kebutuhan dasar, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau pembayaran utang. Dengan pendekatan ini, individu dapat lebih mengendalikan pengeluaran dan menghindari godaan belanja berlebihan yang sering dipicu oleh iklan berulang di media sosial.

Berita terkait