Perencana Keuangan Beberkan Trik Agar Mindful Spending Berhasil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah pembatasan sosial pandemi Covid-19 berakhir, banyak masyarakat Indonesia merasakan lonjakan keinginan untuk belanja sebagai bentuk 'balas dendam' atas lama tidak bisa berbelanja. Fenomena ini lalu berbalik arah menuju perilaku belanja yang lebih hati-hati dan kesadaran penuh (mindful spending). Kayleen, seorang perencana keuangan dan edukator, menjelaskan bahwa spending tidak selalu negatif asalkan selaras dengan nilai dan tujuan hidup seseorang. Menurutnya, spending yang disebut 'value-based' tidak menjadi masalah. Namun, paparan iklan berulang di media sosial dapat memengaruhi persepsi kebutuhan seseorang, membuat orang merasa perlu membeli sesuatu yang sebelumnya tidak mereka inginkan. Untuk mengelola keuangan secara sehat, Kayleen menyarankan penggunaan aturan 50:30:20 dalam pengelolaan keuangan pribadi. Aturan ini membagi pengeluaran menjadi 50% untuk kebutuhan dasar, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau pembayaran utang. Dengan pendekatan ini, individu dapat lebih mengendalikan pengeluaran dan menghindari godaan belanja berlebihan yang sering dipicu oleh iklan berulang di media sosial.
Bagikan
Berita terkait
Warren Buffett Ingin Anda Berhenti Lakukan 5 Hal Ini Terkait Uang
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.00
Rp700 Ribu per Kg vs Rp34 Ribu: Heboh Upah Kupas Bawang ala Prabowo
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 00.30
Google Rilis Creator Suite di Pixel 11, Incar Para Kreator Konten Pemula
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.31
Balon “INTENS” Muncul di 10 Kota, Publik Dibuat Penasaran
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.24