Peringatan Kesehatan di Wearable Sering Diabaikan, Dokter Soroti Tanda Masalah Jantung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi oleh Cromwell Hospital kepada 2.000 orang dewasa di Inggris menunjukkan 57 persen menggunakan perangkat wearable seperti smartwatch atau fitness tracker untuk memantau kesehatan. Namun, 24 persen pernah mengabaikan peringatan kesehatan dari perangkat tersebut, dengan peringatan detak jantung (40 persen), tingkat aktivitas (35 persen), dan stres (32 persen) paling sering tidak diindahkan. Sebanyak 23 persen pengguna mengaku tidak memahami sebagian besar data yang ditampilkan, sementara 60 persen pernah melihat data tanpa mengetahui artinya. Hanya 17 persen yang mampu memahami data terkait irama jantung tidak teratur. Konsultan kardiologi Dr Neil Srinivasan menekankan bahwa peringatan dari perangkat wearable tidak boleh diabaikan dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menilai apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan. Studi juga menemukan bahwa 28 persen pengguna pernah mencari saran medis setelah menerima peringatan, dan 58 persen dari mereka yang memeriksakan diri mendapati masalah yang ditemukan bersifat ringan, sementai 21 persen mengungkapkan kondisi yang lebih serius. Data yang paling sering dipantau adalah jumlah langkah (67 persen), diikuti detak jantung (52 persen) dan kalori yang terbakar (46 persen).
Bagikan
Berita terkait
4 Manfaat Bawang Bombai yang Bikin Kaget
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 07.41
Mengurangi Makan Makanan Asin Membantu Menjaga Tekanan Darah, Ini Alasannya
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 13.47
Studi Ungkap Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Penyakit Jantung
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.34
Asam Urat Bukan Hanya Masalah Persendian, Ini Kaitannya dengan Kesehatan Jantung
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 13.47