Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peringatan Kesehatan di Wearable Sering Diabaikan, Dokter Soroti Tanda Masalah Jantung

Studi oleh Cromwell Hospital kepada 2.000 orang dewasa di Inggris menunjukkan 57 persen menggunakan perangkat wearable seperti smartwatch atau fitness tracker untuk memantau kesehatan. Namun, 24 persen pernah mengabaikan peringatan kesehatan dari perangkat tersebut, dengan peringatan detak jantung (40 persen), tingkat aktivitas (35 persen), dan stres (32 persen) paling sering tidak diindahkan. Sebanyak 23 persen pengguna mengaku tidak memahami sebagian besar data yang ditampilkan, sementara 60 persen pernah melihat data tanpa mengetahui artinya. Hanya 17 persen yang mampu memahami data terkait irama jantung tidak teratur. Konsultan kardiologi Dr Neil Srinivasan menekankan bahwa peringatan dari perangkat wearable tidak boleh diabaikan dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menilai apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan. Studi juga menemukan bahwa 28 persen pengguna pernah mencari saran medis setelah menerima peringatan, dan 58 persen dari mereka yang memeriksakan diri mendapati masalah yang ditemukan bersifat ringan, sementai 21 persen mengungkapkan kondisi yang lebih serius. Data yang paling sering dipantau adalah jumlah langkah (67 persen), diikuti detak jantung (52 persen) dan kalori yang terbakar (46 persen).

Berita terkait