Perkuat kolaborasi, Indonesia bertekad Bebas Malaria 2030
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan RI memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan pencegahan di daerah. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan malaria masih menjadi tantangan kesehatan baik global maupun nasional. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.
Pemerintah memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi seperti Program TOKEN, Pemberian Obat Massal (MDA), Targeted Drug Administration (TDA), dan Intermittent Preventive Treatment (IPTf). Kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.
Pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kemenkes menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi (Sumatera Selatan dan DIY) serta tujuh kabupaten. Saat ini 414 kabupaten/kota atau 94,1 persen dari target tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria. Wamenkes menegaskan pentingnya mempertahankan daerah yang telah eliminasi dan mempercepat daerah yang belum mencapai target.
Bagikan
Berita terkait
Kemenkes usulkan Kota Bogor jadi contoh penanggulangan Tb terintegrasi
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 20.36
Kemenkes Targetkan Seluruh RSUD dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT Beroperasi 12 Minggu ke Depan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 17.05
Tangani Korban Gempa NTT, Kemenkes Bentuk Tim Health Emergency Operation Center
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.39
Menkes Targetkan Usia Harapan Hidup Warga RI 76 Tahun, Dorong Rajin Olahraga
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 10.58