Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perkuat kolaborasi, Indonesia bertekad Bebas Malaria 2030

Kementerian Kesehatan RI memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan pencegahan di daerah. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan malaria masih menjadi tantangan kesehatan baik global maupun nasional. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

Pemerintah memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi seperti Program TOKEN, Pemberian Obat Massal (MDA), Targeted Drug Administration (TDA), dan Intermittent Preventive Treatment (IPTf). Kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.

Pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kemenkes menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi (Sumatera Selatan dan DIY) serta tujuh kabupaten. Saat ini 414 kabupaten/kota atau 94,1 persen dari target tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria. Wamenkes menegaskan pentingnya mempertahankan daerah yang telah eliminasi dan mempercepat daerah yang belum mencapai target.

Berita terkait