Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar: Jangan Buat Panik Masyarakat

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menimbulkan kekhawatirkan publik, terutama setelah beredarnya laporan ribuan titik panas yang terdeteksi. Namun, pakar dari Universitas Tanjungpura, Prof. H. Gusti Hardiansyah, menyerukan agar masyarakat tidak larut dalam kepanikan. Ia menekankan bahwa data hotspot dari sistem resmi seperti SiPongi Kementerian Kehutanan dan BMKG perlu diverifikasi lapangan (ground truthing) sebelum dianggap sebagai kebakaran nyata. Laporan sekitar 3.400 hotspot di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ternyata lebih sedikit setelah diverifikasi oleh BNPB di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Kalimantan Barat untuk meninjau penanganan karhutla. Ia memimpin rapat penanganan karhutla dan memastikan operasional pemadaman berjalan efektif. Hingga Agustus 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan mencapai 38.310 hektare, sementara BPBD Kotim mencatat 1.394 hektare dan 6.139 hotspot. Untuk menangani situasi ini, TNI mengerahkan 14.167 personel, termasuk pesawat CASA A-2117 untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), meskipun pelaksanaannya masih terhambat akibat kondisi awan yang tidak mendukung.

Prof. Gusti juga menyoroti dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan, seperti penundaan 20 penerbangan di Bandara Supadio Pontianak. Ia mengajak seluruh pihak—termasuk pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media—untuk bekerja sama tanpa menimbulkan kepanikan. Selain upaya teknis, ia juga mengusulkan pendekatan keagamaan seperti shalat istisqa untuk memohon hujan agar kondisi kekeringan dan risiko karhutla dapat diatasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait