Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pertanian Hidroganik, Jurus Jitu Ketahanan Pangan dan Urban Farming di Palu

Pemerintah Kota Palu mengembangkan sistem pertanian hidroganik sebagai bagian dari kebijakan urban farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan sempit. Sistem ini menggabungkan tanaman bermedia tanah-bogorai dengan kolam ikan, di mana nutrisi disuplai secara alami melalui metabolisme ikan, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Sistem ini fleksibel diterapkan untuk berbagai komoditas seperti sayuran daun, cabai, tomat, bawang, bahkan padi.

Pada tahap awal, Pemkot Palu menyebar 3.000 ekor benih lele dan 1.000 ekor benih nila di dua unit instalasi, sambil memulai penanaman bawang merah dan varietas khas Lembah Palu. Untuk mendukung keberhasilan program ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu menggelar pelatihan bagi 40 peserta dari kalangan petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dasawisma, dan penyuluh pertanian. Pelatihan dilaksanakan oleh ahli dari Bengkel Mimpi, Kabupaten Malang, yang melatih peserta tidak hanya pada budidaya hidroganik tetapi juga pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga.

Lukman, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, menyatakan bahwa keterampilan ini akan diterapkan dalam Program Kelurahan Menanam untuk pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat. Diharapkan, penerapan hidroganik ini dapat memperkuat ketahanan pangan lokal, menyediakan pangan sehat, dan menciptakan kawasan perkotaan yang produktif serta ramah lingkungan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait