Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Pesawat Bawa 269 Orang Ditembak-Semua Tewas, Efek Typo Angka Navigasi?

Pada 1 September 1983, pesawat Korean Air Lines 007 (KAL 007) ditembak jatuh oleh jet tempur Uni Soviet setelah pesawat penumpang berjumlah 269 orang ini menyimpang dari jalur penerbangan dan memasuki wilayah udara Soviet. Pesawat Boeing 747 berangkat dari New York menuju Seoul dengan perhentian di Anchorage, Alaska, namun tanpa disadari awak, pesawat memasuki wilayah udara Soviet dan melintasi kawasan militer sensitif. Setelah terdeteksi oleh radar Soviet, jet tempur dikirim untuk pencegatan, namun komunikasi dan peringatan tidak berhasil. Akhirnya, rudal ditembakkan dan KAL 007 jatuh ke perairan Laut Jepang, tidak ada satu pun penumpang atau awak yang selamat. Insiden ini langsung memicu kecaman internasional, dengan Presiden AS Ronald Reagan menyatakan penembakan tidak dapat dibenarkan dan seluruh penerbangan Soviet ke Paman Sam dihentikan. Pemerintah Soviet berdalih bahwa tindakan ini terkait keamanan nasional karena pesawat memasuki wilayah udara yang dilarang dan mendekati instalasi militer strategis. Selain itu, jalur penerbangan KAL 007 diduga mirip dengan rute pesawat mata-mata AS, sehingga membuat militer Soviet mencurigai sebagai operasi intelijen. Hingga kini, penyebab pasti penyimpangan jalur penerbangan masih menjadi misteri. ICAO mengemukakan dua teori: pertama, autopilot berada dalam mode 'heading' bukan sistem navigasi inersia (INS), sehingga arah tidak menyesuaikan kondisi angin; kedua, kesalahan pilot dalam memasukkan angka ke sistem navigasi. Dari kejadian ini, dunia menyepakati bahwa pesawat sipil tidak boleh ditembak saat terbang, meskipun masuk wilayah terlarang.

Berita terkait