Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341575/original/087170900_1788663205-IMG_3614.jpg)
Lomba lari di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada Minggu (6/9/2026) terganggu oleh abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Beberapa peserta, termasuk Susan dan Rina, melaporkan debu masuk ke sepatu, kaus kaki, dan kacamata mereka, menyebabkan ketidaknyamanan saat berlari. Susan menyampaikan bahwa debu terasa lebih tebal dari biasanya dan membuat sepatu putihnya berubah warna. Rina juga mengaku debu menempel pada kacamatanya, mengganggu penglihatannya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua klaster abu vulkanik teridentifikasi pada 6 September 2026 pukul 05.00 WIB. Klaster pertama tersebar dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki, melintasi bagian timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Klaster kedua terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki, bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 05.58
Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Banten Diimbau Pakai Masker
Detik.com · 6 September 2026 pukul 09.58
CFD Sudirman-Thamrin Selesai Lebih Cepat Pagi Ini Imbas Abu Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 09.15
Sejumlah Warga di Jakarta Rasakan Mata Perih dan Napas Berat Pagi Ini
Detik.com · 6 September 2026 pukul 08.46
Warga Pondok Cabe Tangsel Juga Terdampak Hujan Abu Anak Krakatau
Berita terkait
Teras Rumah Warga Jaktim Berdebu Tebal Pagi Ini, Diduga Abu Anak Krakatau
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 08.15
Abu Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Mengeluh Udara Lebih Sesak
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 09.02
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 06.48
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Jakarta
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 05.49