Petaka Timpa Korea Selatan, Mulai Makan Korban Jiwa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan ekstrem di wilayah selatan Korea Selatan sejak Sabtu (16/8/2026) telah menyebabkan bencana meluas. Kota Geoje di Provinsi Gyeongsang Selatan mencatat curah hujan mencapai 912 milimeter hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat, hampir setara dengan curah hujan sepanjang musim panas. Hujan ini memicu tanah longsor yang menewaskan satu orang dan melukai enam orang lainnya, termasuk tiga penghuni apartemen yang harus dievakuasi oleh polisi dan petugas pemadam kebakaran.
Bencana ini juga memaksa sekitar 390 warga untuk mengungsi dan menyebabkan pemadaman listrik yang mempengaruhi sekitar 3.580 rumah. Selain itu, 12 sekolah dan taman kanak-kanak terendam banjir. Kota Tongyeong juga mencatat curah hujan mencapai 671,9 milimeter. Pemerintah telah menginstruksikan evakuasi warga di wilayah berisiko dan menanggapi puluhan laporan kerusakan akibat hujan ekstrem.
Di sisi lain, hujan monsun di Filipina juga menyebabkan banjir yang mematikan. Setidaknya 23 orang tewas dan sekitar 5 juta warga terdampak. Di Kota Baguio, minimal 10 orang termasuk anak-anak tewas akibat rumah tertimbun tanah longsor pada 9 Agustus. Sekitar 25.000 orang masih berada di tempat pengungsian akibat bencana ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.19
Siklon Tropis Luis dan Maymay Terjang Filipina, 5 Juta Warga Terdampak
Berita terkait
Hujan Ekstrem Guyur Jepang, 4 Orang Tewas-Ribuan Terjebak di Bandara
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.37
Gempa M 5,8 Guncang Filipina, Warga Panik-Gedung Goyang
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.50
Hujan Deras 2 Hari Picu Banjir dan Tanah Longsor Kebun Teh, 5 Tewas
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 21.20
Inilah Angin Topan Paling Mematikan di Asia Tenggara
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 16.01