Pidato Prabowo Dinilai Tegaskan Kedaulatan di Tengah Rivalitas Kekuatan Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya menegaskan kedaulatan Indonesia di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai pidato ini menempatkan kedaulatan nasional sebagai kepentingan vital yang tidak bisa dikompromikan, sesuai dengan pendekatan neorealisme dalam hubungan internasional. Prabowo menekankan swasembada pangan, kemandirian energi melalui biodiesel B50, hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam termasuk penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, serta penguatan industri pertahanan.
Reformasi BUMN yang merampingkan lebih dari 1.000 entitas menjadi maksimal 300 perusahaan produktif dinilai sebagai konsolidasi kekuatan ekonomi nasional. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat juga disebut sebagai investasi kualitas sumber daya manusia. Dalam politik luar negeri, Prabowo tetap menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar untuk investasi, teknologi, dan akses pasar, dengan prinsip pragmatis 'seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak'.
Teguh menegaskan bahwa kedaulatan harus didukung oleh penertiban domestik, penguatan ekonomi, teknologi, pertahanan, dan keberanian menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan global, bukan sekadar slogan.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo: Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!
CNBC Indonesia · 19 September 2026 pukul 12.40
Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Tak Baik Kalau Diundang Kita Tak Datang
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.13
Prabowo Sebut Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif: Kita Tak Ikut Blok Mana Pun
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 08.59
Prabowo Tegaskan RI Non-blok di Depan Putin: Kami Hormati Semua Kekuatan
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.10