Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pidato Prabowo Dinilai Tegaskan Kedaulatan di Tengah Rivalitas Kekuatan Besar

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya menegaskan kedaulatan Indonesia di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai pidato ini menempatkan kedaulatan nasional sebagai kepentingan vital yang tidak bisa dikompromikan, sesuai dengan pendekatan neorealisme dalam hubungan internasional. Prabowo menekankan swasembada pangan, kemandirian energi melalui biodiesel B50, hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam termasuk penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, serta penguatan industri pertahanan.

Reformasi BUMN yang merampingkan lebih dari 1.000 entitas menjadi maksimal 300 perusahaan produktif dinilai sebagai konsolidasi kekuatan ekonomi nasional. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat juga disebut sebagai investasi kualitas sumber daya manusia. Dalam politik luar negeri, Prabowo tetap menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar untuk investasi, teknologi, dan akses pasar, dengan prinsip pragmatis 'seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak'.

Teguh menegaskan bahwa kedaulatan harus didukung oleh penertiban domestik, penguatan ekonomi, teknologi, pertahanan, dan keberanian menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan global, bukan sekadar slogan.

Berita terkait