Pidato Prabowo Dinilai Tegaskan Kedaulatan di Tengah Rivalitas Kekuatan Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya menegaskan kedaulatan Indonesia di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai pidato ini menempatkan kedaulatan nasional sebagai kepentingan vital yang tidak bisa dikompromikan, sesuai dengan pendekatan neorealisme dalam hubungan internasional. Prabowo menekankan swasembada pangan, kemandirian energi melalui biodiesel B50, hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam termasuk penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, serta penguatan industri pertahanan.
Reformasi BUMN yang merampingkan lebih dari 1.000 entitas menjadi maksimal 300 perusahaan produktif dinilai sebagai konsolidasi kekuatan ekonomi nasional. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat juga disebut sebagai investasi kualitas sumber daya manusia. Dalam politik luar negeri, Prabowo tetap menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar untuk investasi, teknologi, dan akses pasar, dengan prinsip pragmatis 'seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak'.
Teguh menegaskan bahwa kedaulatan harus didukung oleh penertiban domestik, penguatan ekonomi, teknologi, pertahanan, dan keberanian menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan global, bukan sekadar slogan.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Diminta Presiden Korsel Kunjungi Korut Buka Ruang Dialog
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 17.20
Prabowo Cerita Diminta Presiden Korsel Buka Dialog dengan Korut
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 16.17
Foto: Karnaval dan Drone Show Meriahkan Malam Jakarta
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 00.25
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Tegaskan Semangat Kebersamaan di HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 23.55