Polisi: Belum Ada Indikasi Pengeroyok Bambang Setiyawan Terkait Ormas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polisi menyatakan belum menemukan indikasi dua terduga pelaku pengeroyokan Bambang Setiyawan (59), korban di Pejompongan, Jakarta Pusat, merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas). Bambang meninggal setelah pengeroyokan saat kericuhan aksi penyampaian aspirasi pada 27 Agustus 2024. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengutarakan informasi ini berdasarkan pemeriksaan saksi, lalu meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan terbuka. Dua sketsa wajah terduga pelaku telah diterbitkan berdasarkan keterangan saksi, analisis CCTV, dan video. Keduanya berusia 30-40 tahun, satu memiliki wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, mata hitam, kulit cokelat, dan mengenakan topi; yang lain berwajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, berkumis, dan berjanggut. Kedua orang disangkakan Pasal 262 Ayat 4 dan/atau Pasal 466 Ayat 3 KUHP. Penyidik masih melakukan pengejaran terduga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.50
Polda Metro Jaya Buru Aktor Intelektual dan Penyedia Dana Demo 27 Agustus
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 17.07
Polisi selidiki penemuan jenazah pria di gardu listrik Pancoran
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 17.02
Polisi bantah keterlibatan kelompok dalam kematian pedagang cermin
VOI · 2 September 2026 pukul 16.47
Poisi Dapatkan Sketsa Wajah Terduga Pelaku Penganiayaan Bambang Setiyawan, 2 Orang Dalam Pencarian
Berita terkait
Polisi Kantongi Identitas Pengeroyok WN Australia: 4 WNA, Sudah Tinggalkan RI
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 12.41
Polisi Belum Bisa Simpulkan Pemuda Dikeroyok di Morowali Maling Motor
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 13.28
Polisi Buru Dalang hingga Penyandang Dana Kericuhan 27 Agustus
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.27
Polisi Sebar Sketsa 2 Pengeroyok yang Tewaskan Warga Pejompongan Usai Demo DPR, Ini Ciri-cirinya
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.27