Polri Perkuat SDM di Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polri terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang telah beroperasi sejak 10 Maret 2026. Pusat studi ini difokuskan sebagai ruang kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing. Fokus riset mencakup transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, manajemen bencana, dan peningkatan pelayanan publik.
Penguatan ini dibahas dalam pertemuan strategis Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri bersama Kapolda Kalimantan Tengah dan jajaran Universitas Palangka Raya. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tantangan kepolisian berkembang pesat meliputi perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, kejahatan siber, dan perubahan iklim sehingga Polri membutuhkan SDM yang tidak hanya kuat di lapangan tetapi juga mampu berpikir kritis dan melakukan analisis.
Hingga Agustus 2026, Polri telah menjalin 79 Nota Kesepahaman dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 38 kerja sama yang ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama dan menghasilkan 54 Pusat Studi Kepolisian. Jejaring ini dibangun sebagai ekosistem nasional Police Science yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan praktisi kepolisian guna memastikan setiap hasil riset diterjemahkan menjadi inovasi dan kebijakan yang menjawab tantangan di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.08
Polri Kunjungi Universitas Palangka Raya, Bahas Pusat Studi Kepolisian
Berita terkait
Wakapolri Sambut Baik Irjen Susilo Teguh Raharjo Gabung UBISA
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.43
Gempa NTT, Polri Buka Akses 3 Wilayah yang Sempat Terisolasi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.33
Memuliakan Proklamasi
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.34
Polisi: WN India Penyelundup Emas Raup Untung Hampir Rp3 Triliun
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.02