Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Poltracking Dorong Prabowo-Gibran Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Lembaga survei Poltracking Indonesia mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk segera memperluas lapangan kerja guna memperkuat ekonomi rakyat. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menyampaikan bahwa penciptaan lapangan kerja menjadi sumbu utama penggerak perekonomian masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya pemerintah menunda kenaikan biaya seperti pajak, harga BBM, dan tarif tol agar daya beli masyarakat tetap kuat. Survei menunjukkan bahwa 51,6 persen publik merasa pemerintah belum berhasil menciptakan lapangan kerja, dan 57,3 persen menilai pemerintah gagal menurunkan angka pengangguran, namun harapan besar tetap tertawa pada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Dalam upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan program PLTS 100 GWp di Bali yang ditargetkan rampai dalam tiga tahun untuk kemandirian energi dan penciptaan lapangan kerja. Menteri Investasi Rosan Roeslani menetapkan target investasi 2027 sebesar Rp2.232 triliun dengan fokus pada hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja. Presiden Prabowo juga menargetkan 30.000 koperasi desa bernama Koperasi Desa Merah Putih beroperasi pada akhir 2026 untuk memperkuat ekonomi rakyat dan rantai pasok nasional. Sementara itu, data menunjukkan bahwa 221 lulusan atau 36,89 persen dari total lulusan terlibat dalam pengembangan kewirausahaan pada 2025, menandakan potensi pertumbuhan sektor mikro dan kecil.

Ekonom CSIS Riandy Laksono menilai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi rakyat, asalkan didukung dengan tata kelola yang adaptif dan efisien. Namun, ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, mulai memengaruhi stabilitas ekonomi melalui krisis energi dan gangguan logistik internasional. Meskipun tantangan tersebut, publik, khususnya generasi Z yang memiliki pengaruh besar dalam politik nasional, tetap menaruh harapan pada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menyelesaikan masalah lapangan kerja dan kemiskinan ekonomi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait