Prabowo Bangga, 121 Kebijakan Transformatif Dilahirkan dalam 21 Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya telah melahirkan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan atau 663 hari. Kebijakan ini dibuat dengan rata-rata satu kebijakan setiap lima hari, bertujuan menyelesaikan masalah negara yang sudah berpuluh tahun belum teratasi. Prabowo menyatakan hal ini dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026.
Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya bekerja keras dan mengambil keputusan berani. Ia menyebut beberapa menteri dan pembantunya mengalami masalah kesehatan seperti masuk rumah sakit, pingsan, hingga operasi karena kelelahan. Kebijakan transformatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan dampak nyata bagi rakyat.
Selain itu, Prabowo menjelaskan empat pedoman utama yang dipegang pemerintahannya: pertama, menjaga dan melaksanakan perintah UUD 1945; kedua, melindungi kepentingan inti nasional vital termasuk pengelolaan kekayaan bangsa; ketiga, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat mungkin; dan keempat, selalu berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.39
Mensesneg soal Wacana Dwi Kewarganegaraan: Tentunya Akan Sangat Selektif
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.48
Prabowo Beri Pujian Khusus ke PDIP, Singgung Marhaenisme
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.08
Sekjen Golkar Ungkap Isi Pertemuan Para Sekjen Koalisi: Ada Obrolan Politik
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 19.18
Prabowo Buka Peluang Dwi Kewarganegaraan untuk Diaspora, Targetkan Pesepak Bola Kelas Dunia
Berita terkait
Survei INES Catat Kepuasan Publik ke Prabowo Capai 79,3 Persen, 2 Hal Ini Jadi Catatan
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 09.27
Prabowo Sampaikan Duka Cita Wafatnya Guruh Soekarnouputra
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 11.39
Rismon Tuding Denny Indrayana cs Sebenarnya Target Utamanya Prabowo
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 19.10
Nyali KDM Ciut Menuju 2029? Pengamat Ragukan Dedi Mulyadi Ikuti Jejak Pembangkangan Jokowi
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 10.40