Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Bangsa yang Tak Paham Sejarah Akan Dihukum Sejarah

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya belajar sejarah di kalangan generasi muda, menyampaikan pesan bahwa bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko menjadi korban bangsa lain. Dalam peluncuran motor listrik nasional di Cikarang, Prabowo menjelaskan bahwa mempelajari sejarah bukan berarti menumbuhkan kebencian, melainkan untuk memahami perilaku bangsa lain agar tidak terus menjadi korban. Ia menegaskan bahwa sifat ramah dan baik Indonesia merupakan kebanggaan, meski kadang dianggap lemah sehingga memungkinkan negara lain mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia melalui praktik penyelundupan dan pertambangan ilegal.

Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan penuh dengan gangguan dan konflik, seperti APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, hingga G30S PKI. Menurutnya, setiap kali Indonesia berada di ambang kemajuan, berbagai konflik muncul sebagai upaya pembagi. Ia mengajak masyarakat untuk melihat keberagaman Indonesia sebagai anugerah yang harus dijaga, bukan menjadi sumber perpecahan. Dengan demikian, bangsa ini dapat tetap bersatu meski terdiri dari banyak suku, agama, dan bahasa daerah yang berbeda.

Pesan Prabowo menggambarkan bahwa pemahaman sejarah penting untuk menghindari kesalahan masa lalu dan memastikan kedaulatan nasional tetap terjaga di tengah ancaman eksternal dan internal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait