Prabowo Targetkan NTT Hijau dalam 10 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat berubah menjadi kawasan hijau dalam 10 tahun. Target ini disampaikan saat rapat penanganan gempa NTT, di mana Prabowo menekankan bahwa pemulihan tidak hanya fokus pada bencana, tetapi juga meliputi program penghijauan dan konservasi air berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah pusat akan membantu membangun pusat pembibitan (nursery) di tingkat provinsi dan kabupaten untuk menyemai pohon produktif dan tanaman yang mendukung ketersediaan air. Prabowo juga mendorong penerapan konsep permaculture di kawasan pegunungan, yang diperkirakan dapat memperlihatkan dampak positif dalam 4 hingga 6 tahun. Dampak penuh dari program ini diharapkan terlihat dalam waktu sekitar 10 tahun, dengan pelaksanaan yang teliti dan berkelanjutan.
Program penghijauan ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah, termasuk provinsi dan kabupaten di NTT. Prabowo menekankan pentingnya penanaman pohon secara masif, didampingi dengan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda dan anak sekolah, agar tidak melakukan pembakaran atau penebangan pohon sembarangan. Menurutnya, penghijauan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan air, sehingga jenis tanaman yang ditanam harus mencakup pohon produktif sekaligus tanaman yang membantu menjaga sumber air. Prabowo juga menyatakan, "Pohon adalah sumber kehidupan, no tree, no forest, no forest, no water, no water no life."
Selain konservasi alam, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi desalinasi untuk mengatasi persoalan air bersih. Teknologi ini, yang dikembangkan oleh lembaga pendidikan dalam negeri dan didukung oleh teknologi asing yang semakin terjangkau, akan diintegrasikan dan dibantu pemerintah pusat hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa yang membutuhkan. Namun, penyediaan teknologi ini harus berjalan paralel dengan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber daya air. Prabowo menegaskan bahwa NTT bukan hanya harus dilihat dari sisi kekeringan, tetapi juga memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan sumber daya air yang terpadu.
Bagikan
Berita terkait
Budi Arie Offside di Samping Jokowi, Pengamat: Bisa Ganggu Stabilitas Prabowo
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.16
Kecam Budi Arie, Pendukung Prabowo: Dia Harus Hati-Hati
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.01
Pascagempa NTT, Prabowo Minta Penghijauan dengan Target 10 Tahun
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Prabowo Dukung Nagekeo Jadi Kabupaten Produktif, Pembangunan Dimulai dari Desa
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 17.00